LIMA (5) NILAI
UTAMA GURU PENGGERAK
Nilai 1. Berpihak pada Murid
Segala keputusan yang diambil oleh seorang Guru Penggerak
harus didasari oleh semangat untuk memberdayakan dirinya serta memanfaatkan
aset/kekuatan yang ada untuk menyediakan suasana belajar dan proses
pembelajaran yang positif serta berkualitas bagi muridnya. Segala hal yang Guru
Penggerak lakukan, harus bergeser dari pemuasan kepentingan diri sendiri,
maupun pihak lain, menuju kepentingan pembelajaran murid. Guru Penggerak yang
memiliki nilai ini, akan selalu berpikir mengenai pertanyaan utama yang
mendahulukan muridnya, seperti: “apa yang murid butuhkan?”, “apa yang bisa saya
lakukan agar suasana belajar dan proses pembelajaran ini lebih baik?”,
“bagaimana saya dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi anak untuk
mewujudkan dunia yang mereka idamkan?”, dan lain-lain.
Nilai 2. Mandiri
Nilai Mandiri ini, secara sederhana menggambarkan semangat
Guru Penggerak untuk terus belajar sepanjang hayat. Ini juga berarti seorang
Guru Penggerak harus senantiasa memampukan dirinya sendiri dalam melakukan aksi
serta berkenan mengambil tanggung jawab dan turun tangan untuk memulai
perubahan. Guru Penggerak yang mandiri termotivasi untuk mengembangkan dirinya
tanpa harus menunggu adanya pelatihan yang ditugaskan oleh sekolah, dinas, atau
pihak lain.
Nilai 3. Reflektif
Nilai Reflektif layaknya adalah model mental yang diharapkan
menubuh pada Guru Penggerak dimana mereka senantiasa memaknai pengalaman yang
terjadi di sekelilingnya, baik yang terjadi pada diri sendiri maupun pihak lain
secara positif-apresiatif-produktif. Proses mewujudkan Profil Pelajar Pancasila
pada diri sendiri sebagai Guru Penggerak dan menuntun perwujudannya pada murid-murid
merupakan perjalanan yang penuh dengan variasi pengalaman-pengalaman.
Pengalaman-pengalaman ini boleh jadi akan menimbulkan kesan positif maupun
negatif. Dengan mengamalkan nilai reflektif, Guru Penggerak memanfaatkan
pengalaman-pengalaman tersebut sebagai pembelajaran untuk menuntun dirinya,
murid, dan sesama dalam menangkap pembelajaran positif, sehingga mampu
menjalankan perannya dari waktu ke waktu
Guru Penggerak yang reflektif tidak hanya berhenti sampai rencana tindakan saja, mereka juga mengejawantahkannya lewat tindakan nyata sebagai perbaikan yang perlu dilakukan. Dalam konteks Pendidikan Guru Penggerak, Bapak/Ibu CGP harus menjadikan refleksi sebagai kebiasaan bukan sekedar sebagai tugas menyelesaikan tagihan materi. Refleksi yang baik dapat membantu mengubah pengalaman menjadi proses pembelajaran yang memberdayakan baik individu maupun kelompok dalam meningkatkan dan mengungkap potensi mereka. Sehingga refleksi harus menjadi kebutuhan.
Nilai 4. Kolaboratif
Nilai Kolaboratif berarti seorang Guru Penggerak mampu
senantiasa membangun daya sanding. Mereka memperhatikan pentingnya
kesalingtergantungan yang positif terhadap seluruh pihak pemangku kepentingan
yang berada di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah (contoh: orang tua
murid dan komunitas terkait) dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dalam
mewujudkan Profil Pelajar Pancasila, seorang Guru Penggerak akan bertemu banyak
sekali pihak yang mampu mendukung pencapaian Profil Pelajar Pancasila. Guru
Penggerak diharapkan mampu mengomunikasikan kepada semua pihak mengenai
pentingnya keberpihakan pada murid.
Nilai 5. Inovatif
Makna dari nilai Inovatif adalah seorang Guru Penggerak mampu
senantiasa memunculkan gagasan segar dan tepat guna. Dengan demikian, nilai
inovatif ini juga mengisyaratkan penguatan semangat ko-kreasi (gotong-royong)
dan pemberdayaan aset/kekuatan yang ada di sekolah untuk mewujudkan visi
bersama. Di tengah perkembangan zaman, realitas situasi yang dihadapi pendidik
pun semakin volatil (tidak dapat ditebak), tidak pasti, kompleks, ambigu
(meragukan, kurang jelas, sehingga dalam menghadapinya cenderung kurang awas).
Agar nilai inovatif muncul, maka diperlukan fleksibilitas (daya lentur) dari
seorang Guru Penggerak. Mereka berkenan mengadopsi multiperspektif, mencari dan
membuat alternatif, mengubahsuaikan gaya dan kecenderungan lama, untuk
mewujudkan perubahan dan bergeser dari pandangan yang ego-sentris serta sempit
menuju pandangan-pandangan alternatif dan luas.
Komentar
Posting Komentar