REFLEKSI KRITIS PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA

Oleh: Metodius Dismas, S.Fil

 

A. Refleksi Kritis Pemikiran Ki Hadjar Dewantara 

Setelah mempelajari modul dan menonton beberapa video terkait dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara maka hemat saya, intisari pemikiran beliau yakni.; Pertama,  tentang semboyan ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso dan  tut wuri handayani.  Ini menjadi jiwa dari pendidikan nasional. Kedua,  KHD memiliki keyakinan bahwa kunci utama untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab adalah pendidikan. Ketiga,  KHD menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Kempat, Menurut KHD, budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga. Kelima, pendidikan, adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dan memberntuk peradaban. Filosofinya: pendidikan dan kebudayaan harus terus bergerak sesuai kodrat alam dan zaman.

Pemikiran KHD memiliki relevansi dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini. Relevansi itu tampak dalam beberapa hal antara lain, pertama, keimanan dan ketaqwaan merupakan hal yang sangat utama dalam proses mendidik anak pada pembelajaran sekarang ini. Hal tersebut mempunyai relevansi dengan tujuan pendidikan Ki Hadjar Dewantara dimana fungsi dan tujuan yang paling mendasar dalam pendidikan yaitu untuk membangun anak didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa.  Kedua, kurikulum 2013 disebut juga sebagai pendidikan karakter. Hal tersebut memiliki relevansi dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang mengutamakan pendidikan mengenai budi pekerti. Ketiga, dalam pelaksanaan kurikulum 2013 saat ini, anak dituntut untuk lebih aktif dan mandiri dalam proses pembelajaran. Guru hanya sebagai fasilitator. Konsep ini juga sungguh relevan dengan pemikiran yang dikemukakan oleh KHD bahwa dalam pendidikan, nilai-nilai kemanusian dijunjung tinggi sesuai keunikannya masing-masing.

Dalam konteks khusus di sekolah saya, pemikiran KHD juga pada gilirannya sangat relevan. Relevansi ini  tampak dalam pelaksanaan kurikulum 2013 dengan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Selain itu dalam pelaksanaan pembelajaran, selalu mengutamakan prinsip pembelajaran K13 yakni keaktifan peserta didik untuk mencari tahu sendiri pengetahuan juga relevan dengan pemikiran KHD bahwa pendidikan harus benar-benar merdeka dan membebaskan. Selanjutnya, dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah saya, media yang digunakan juga beragam terutama media digital seperti komputer, LCD, menggunakan youtube atau menggunakan Google Form juga relevan dengan pemikiran KHD yang menyatakan bahwa pendidikan dan kebudayaan harus terus bergerak sesuai kodrat alam dan zaman. Relevansi selanjutnya terletak pada penanaman disiplin, etika, sopan santun, budaya lokal, sesuai pemikiran KHD.

Namun demikian, sebagai sebuah refleksi, saya merasa bahwa saya sebetulnya belum benar-benar menerapkan keseluruhan pemikiran KHD di sekolah saya. Hal ini menyata dalam proses pembelajaran di mana saya kadang-kadang menerapkan pembelajaran klasikal dan menganggap satu metode berlaku untuk semua siswa. Padahal menurut KHD nilai-nilai kemanusian dijunjung tinggi sesuai keunikannya masing-masing. Hal ini menjadi catatan kritis bagai saya sebagi guru. Tentang kemerdekan dalam tugas sebagai guru secara tersirat, sesungghnya masih jauh dari kata merdeka. Masih banyak- tuntutan-tuntutan lain yang bersifat membelenggu tugas dan pengabdian sebagai guru. Meskipun disadari bahwa kemerdekaan yang sempurna dalam tugas sebagai guru tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kemerdekaan dalam tugas sebagai guru butuh proses yang cukup panjang. 

B. Harapan dan Ekspektasi

1)      Harapan yang ingin  saya  lihat pada diri saya sebagai seorang pendidik berdasarkan pemikiran-pemikiran KHD yakni agar saya benar-benar menjalankan tugas saya sebagai guru yang mampu melaksanakan semboyan pendidikan: ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian sesuai keunikannya masing-masing siswa.

    Harapan yang ingin saya  lihat pada murid-murid saya adalah:anak-anak saya memiliki motivasi dari dalam diri untuk belajar, memiliki kemerdekan dan kebebasan dalam belajar, dan melihat bahwa mereka benar-benar merasa nyaman dan merasa di hargai sesuai keunikannya masing-masing.

3)     

Komentar